-->

Pencegahan Dan Penanganan Diare Pada Anak, Serta Tanda Dehidrasi Berat.



Pencegahan dan penanganan diarepada anak, serta tanda dehidrasi berat. Diare dapat dicegah dengan pemberian ASI eksklusif secara benar, kita tahu ASI adalah sumber gizi tak tertandingi dari ibu. Selain itu juga memperbaiki pola pemberian makan sesuai tingkat pertumbuhan anak. Gunakan air bersih & mencuci tangan setiap selesai membuang kotoran, membersihkan pantat anak, serta sebelum membuat susu bagi anak. Ingat, tangan adalah media paling efektif untuk penyebaran infeksi. Buang tinja bayi secara benar, jangan buang sembarangan. Selanjutnya berkonsultasilah pada dokter spesialis anak tentang pemberian imunisasi campak & rotavirus sebagai salah satu cara pencegahan diare. 

diare pada anak dan dehidrasi berat

Penanganan diare pada anak, Apakah cukup dengan air saja? Ternyata tidak sesepele yang disangkakan. Anak diare tidak boleh rehidrasi biasa. Ada lima pilar yang menjadi tonggak penanganan diare yang harus kita ketahui, yaitu : ganti cairan yang hilang dengan oralit, terapi suplemen Zinc selama 10-14 hari berturut-turut, asupan ASI dan makan bersih harus diteruskan sesuai keinginan anak. Perlu diketahui bahwa antibiotika hanya digunakan sesuai indikasi dan bersifat selektif, artinya tidak semua diare butuh antibiotika. Dokter akan memberikan penjelasan tentang ini. Nasihat pada orang tua tentang tata kelola diare dan kebersihan cuci tangan yang baik.

diare pada anak dan dehidrasi berat
Tanda-tanda dehidrasi berat, bila anak mengalami penurunan berat badan turun lebih dari 10%, anak tampak tidak rewel, tetapi justru lebih lemah, banyak tidur, sukar dibangunkan, tidak respon, bahkan tidak sadar, kita harus segera bertidak cepat. Anak ini bukan tenang bukan karena bertambah baik, namun bertambah buruk dan dalam bahaya. Denyut jantung sangat cepat atau sangat lambat. Di banyak rumah sakit seringkali menerima anak  dengan riwayat muntah dan diare terlambat datang ke pusat pelayanan kesehatan masyarakat dengan kondisi kritis, yaitu anak tidak sadar, panas tinggi, denyut jantung sangat cepat, napas terengah-engah, dan sudah tidak keluar air kencing. Ini adalah kondisi sangat kritis. Adanya napas memburu sering disalah artikan sesak napas, padahal itu merupakan tanda kekacauan metabolisme. Pada anak usia kurang dari satu tahun dimana ubun-ubunnya belum menutup, kita akan bias meraba bahwa ubun-ubun cekung / dhekok, mata cowong, air mata kering, lidah dan bibir kering, bila dicubit kulit kembali dengan lambat. Mungkin anak sudah beberapa jam tidak buang air kecil yang ditandai dengan popok basah. Sederhana saja, kapan terakhir oran tua menggati popok? Maka  biasanya terjawab, bahwa ginjal kekurangan cairan akibat dehidrasi. Bila sudah parah, kaki tangan dingin denyut jantung melemah, tekanan darah melemah, dan selanjutnya resiko terjadi kematian adalah sangat besar.
Perihal diare, orang tua harus memperhatikan: lama, frekuensi, volume, konsistensi, warna, bau, darah / lendir. Perihal muntah: volume dan frekuensi. Perihal kencing: frekuensi, kapan kencing terkakhir, volume, warna kuning tua / pekat coklat (makin gelap warna kencing makin menunjukkan keadaan dehidrasi). Lain-lain: makanan / minuman selama sakit, ASI, panas, batuk, pilek, keluar cairan di telinga, obat-obatan yang sudah diberikan, anggota keluarga lain yang sakit serupa, riwayat imunisasi. Semua data di atas sangat membatu dalam menentukan seberapa berat diare dan dehidrasi.
Demikian pembahasan kita tentang diare anak, semoga bermanfaat. Terima kasih telah membaca arikel yang berjudul pencegahan dan penanganan diare pada anak, serta tanda dehidrasi berat.
Powered by Blogger